Jumat, 09 Juli 2010

sql inject

SQL INJECTION

Pengertian SQL Injection
1) SQL injection adalah sebuah aksi hacking yang dilakukan di aplikasi client dengan cara memodifikasi perintah SQL yang ada di memori aplikasi client.
2) SQL Injection merupakan teknik mengeksploitasi web aplikasi yang didalamnya menggunakan database untuk penyimpanan data.

Sebab terjadinya SQL Injection
1) Tidak adanya penanganan terhadap karakter – karakter tanda petik satu ’ dan juga karakter double minus -- yang menyebabkan suatu aplikasi dapat disisipi dengan perintah SQL.
2) Sehingga seorang Hacker menyisipkan perintah SQL kedalam suatu parameter maupun suatu form.

Bug SQL Injection berbahaya ?
1) Teknik ini memungkinkan seseorang dapat login kedalam sistem tanpa harus memiliki account.
2) Selain itu SQL injection juga memungkinkan seseorang merubah, menghapus, maupun menambahkan data–data yang berada didalam database.
3) Bahkan yang lebih berbahaya lagi yaitu mematikan database itu sendiri, sehingga tidak bisa memberi layanan kepada web server.


Apa saja yang diperlukan untuk melakukan SQL Injection ?
1) Internet Exploler / Browser
2) PC yang terhubung internet
3) Program atau software seperti softice



Contoh sintaks SQL Injection
Contoh sintak SQL dalam PHP
1) $SQL = “select * from login where username =’$username’ and password = ‘$password’”; , {dari GET atau POST variable }
2) isikan password dengan string ’ or ’’ = ’
3) hasilnya maka SQL akan seperti ini = “select * from login where username = ’$username’ and password=’pass’ or ‘=′”; , { dengan SQL ini hasil selection akan selalu TRUE }
4) maka kita bisa inject sintax SQL (dalam hal ini OR) kedalam SQL

Gambar contoh SQL Injection


Contoh sintaks SQL Injection
1) Sintaks SQL string ‘-- setelah nama username
2) Query database awal :


Berubah menjadi :




Contoh sintaks SQL Injection
SQL Injection melalui URL, contohnya :


Penanganan SQL Injection
1) Merubah script php
2) Menggunakan MySQL_escape_string
3) Pemfilteran karakter ‘ dengan memodifikasi php.ini

1. Merubah script php
Contoh script php semula :
$query = "select id,name,email,password,type,block from user " .
"where email = '$Email' and password = '$Password'";
$hasil = mySQL_query($query, $id_mySQL);
while($row = mySQL_fetch_row($hasil))
{
$Id = $row[0];
$name = $row[1];
$email = $row[2];
$password = $row[3];
$type = $row[4];
$block = $row[5];
}
if(strcmp($block, 'yes') == 0)
{
echo "\n";
exit();
}
else if(!empty($Id) && !empty($name) && !empty($email) && !empty($password));

Script diatas memungkinkan seseorang dapat login dengan menyisipkan perintah SQL kedalam form login. Ketika hacker menyisipkan karakter ’ or ’’ = ’ kedalam form email dan password maka akan terbentuk query sebagai berikut :

Maka dilakukan perubahan script menjadi :
$query = "select id,name,email,password,type,block from user".
"where email = '$Email'";
$hasil = mySQL_query($query, $id_mySQL);
while($row = mySQL_fetch_row($hasil))
{
$Id = $row[0];
$name = $row[1];
$email = $row[2];
$password = $row[3];
$type = $row[4];
$block = $row[5];
}
if(strcmp($block, 'yes') == 0)
{
echo "\n";
exit();
}
$pass = md5($Password);
else if((strcmp($Email,$email) == 0) && strcmp($pass,$password) == 0));

2. Menggunakan MySQL_escape_string
Merubah string yang mengandung karakter ‘ menjadi \’ misal SQL injec’tion menjadi SQL injec\’tion
Contoh : $kar = “SQL injec’tion”;
$filter = mySQL_escape_string($kar);
echo”Hasil filter : $filter”;
Hasilnya :


3. Pemfilteran karakter ‘ dengan memodifikasi php.ini
Modifikasi dilakukan dengan mengenablekan variabel magic_quotes pada php.ini sehingga menyebabkan string maupun karakter ‘ diubah menjadi \’ secara otomatis oleh php
Contoh :


Contoh script yang membatasi karakter yang bisa masukkan :
function validatepassword( input )
good_password_chars =
"abcdefghijklmnopqrstuvwxyzABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ"
validatepassword = true
for i = 1 to len( input )
c = mid( input, i, 1 )
if ( InStr( good_password_chars, c ) = 0 ) then
validatepassword = false
exit function
end if
next
end function

Implementasi SQL Injection
1) Masuk ke google atau browse yg lain
2) Masukkan salah satu keyword berikut
"/admin.asp"
"/login.asp"
"/logon.asp"
"/adminlogin.asp"
"/adminlogon.asp"
"/admin_login.asp"
"/admin_logon.asp"
"/admin/admin.asp"
"/admin/login.asp"
"/admin/logon.asp"
{anda bisa menambahi sendiri sesuai keinginan anda}


3) Bukalah salah satu link yang ditemukan oleh google, kemungkinan Anda akan menjumpai sebuah halaman login (user name danpassword).
4) Masukkan kode berikut :
User name : ` or `a'='a
Password : ` or `a'='a (termasuk tanda petiknya)
5) Jika berhasil, kemungkinan Anda akan masuk ke admin panel, di mana Anda bisa menambahkan berita, mengedit user yang lain, merubah about,
dan lain-lain. Jika beruntung Anda bisa mendapatkan daftar kredit card yang banyak.
6) Jika tidak berhasil, cobalah mencari link yang lain yang ditemukan oleh google.
7) Banyak variasi kode yang mungkin, antara lain :
User name : admin
Password : ` or `a'='a
atau bisa dimasukkan ke dua–duanya misal :
‘ or 0=0 -- ; “ or 0=0 -- ; or 0=0 -- ; ‘ or 0=0 # ;
“ or 0=0 # ; ‘ or’x’=’x ; “ or “x”=”x ; ‘) or (‘x’=’x
8) Cobalah sampai berhasil hingga anda bisa masuk ke admin panel

Cara pencegahan SQL INJECTION
1) Batasi panjang input box (jika memungkinkan), dengan
cara membatasinya di kode program, jadi si cracker pemula akan bingung sejenak melihat input box nya gak bisa diinject dengan perintah yang panjang.
2) Filter input yang dimasukkan oleh user, terutama penggunaan tanda kutip tunggal (Input Validation).
3) Matikan atau sembunyikan pesan-pesan error yang keluar dari SQL Server yang berjalan.
4) Matikan fasilitas-fasilitas standar seperti Stored Procedures, Extended Stored Procedures jika memungkinkan.
5) Ubah "Startup and run SQL Server" menggunakan low privilege user di SQL Server Security tab.


Hacking adalah seni. Hacking adalah perpaduan dari pengetahuan, kreatifitas dan kesabaran. Jika Anda memiliki ketiga-tiganya Anda akan berhasil.

R E F E R E N S I
1) -------------, SQLinjection, (www.BlackAngels.it).
2) -------------, Advanced SQL injection in SQL server applications, (www.ngssoftware.com).
3) -------------, SQL injection walktrough (www.securiteam.com).
4) BM-100, ”Hacking hiltonjakarta.com (SQL Injection)”, 24 Juli 2005, (http://www.jasakom.com).
5) Budi Raharjo, ”Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet”, PT Insan Indonesia & PT INDOCISC, Jakarta,2002.

Kamis, 08 Juli 2010

Keamanan Sifo

Pendahuluan
• Relevansi keamanan sistem informasi
– Informasi sebagai komoditi ekonomi ® obyek kepemilikan yang harus dijaga
– Informasi menciptakan “dunia” baru (mis: Internet) ® membawa beragam dinamika dari dunia nyata
• Komunikasi digital (e-mail, e-news, …)
• Aktifitas digital (e-commerce, e-learning, …)
• Konflik digital (cyber war, …)
• Mengapa sistem informasi rentan terhadap gangguan keamanan
– Sistem yg dirancang untuk bersifat “terbuka” (mis: Internet)
• Tidak ada batas fisik dan kontrol terpusat
• Perkembangan jaringan (internetworking) yang amat cepat
– Sikap dan pandangan pemakai
• Aspek keamanan belum banyak dimengerti
• Menempatkan keamanan sistem pada prioritas rendah
– Tidak ada solusi yang komprehensif
• Solusi terhadap masalah keamanan sistem informasi
– Pusat-pusat informasi tentang keamanan
• CERT
• Milis-milis tentang keamanan sistem
• Institusi lainnya: SecurityFocus, Symantec
– Penggunaan mekanisme deteksi global
• Pembentukan jaringan tim penanggap insiden di seluruh dunia
– Peningkatan kesadaran terhadap masalah keamanan
• Pendidikan bagi pengguna umum
• Pelatihan bagi personil teknis (administrator sistem dan jaringan, CIO, CTO)
Konsep-konsep Keamanan
• Keamanan sebagai bagian dari sistem QoS
– Ketersediaan, kehandalan, kepastian operasional, dan keamanan
– Keamanan: perlindungan thdp obyek-obyek dlm kaitannya dengan kerahasiaan dan integritas
• Obyek ® komponen pasif
– CPU, disk, program, …
• Subyek ® komponen aktif
– pemakai, proses, …
– Keamanan sbg. fungsi waktu: Sec(t)
• Memungkinkan kuantifikasi tingkat-tingkat keamanan, mirip dengan konsep MTTF (mean time to failure) pada kehandalan
• Biaya pengamanan sistem
– Pengertian “aman”: penyusup hrs mengeluarkan usaha, biaya, dan waktu yg besar utk dpt menembus sistem
– Biaya pengamanan ® kombinasi banyak faktor yg saling berpengaruh
– Perlu dicari optimisasi: biaya pengamanan vs potensi kerusakan
Konsep-konsep Keamanan
• Kebijakan keamanan
– Mengatur apa yang diijinkan dan tidak diijinkan dlm operasi normal
• Mengatur bgmn subyek dapat mengakses obyek
– Sering bersifat “politis” drpd teknis
– Harus mencerminkan proteksi thdp sistem secara seimbang, komprehen-sif, dan cost-effective
– Proses: analisis ancaman ® kebijakan keamanan ® mekanisme pengamanan
• Analisis ancaman: memperkirakan jenis ancaman dan potensi merusaknya
• Mekanisme pengamanan: implementasi kebijakan keamanan
– Kebijakan keamanan harus berfungsi dengan baik sekaligus mudah dipakai
• Dapat mencegah penyusup pada umumnya
• Mampu menarik pemakai untuk mengguna-kannya

Aspek-aspek dalam Masalah Keamanan
• Kerahasiaan
– Melindungi obyek informasi dari pelepasan (release) yg tidak sah
– Melindungi obyek resource dari akses yg tidak sah
• Integritas
– Menjaga obyek agar tetap dapat dipercaya (trustworthy)
– Melindungi obyek dari modifikasi yang tidak sah
Sistem Deteksi Intrusi
• Deteksi intrusi:
– Teknologi pengamanan sistem untuk menghadapi serangan dan penyalah-gunaan sistem
– Mengumpulkan info dari berbagai sumber di sistem dan jaringan, lalu menganalisisnya dari sudut pandang kelemahan pengamanan (security vulnerabilities)
• Relevansi
– Kenaikan tingkat pembobolan sistem sebesar 22% (1996 - 1998)
• Fungsi-fungsi
– Pemantauan dan analisis aktivitas pemakai dan sistem
– Audit terhadap konfigurasi dan kelemahan sistem
– Prakiraan integritas file-file sistem dan data
– Pengenalan pola-pola serangan
– Analisis statistik ttg. pola-pola abnormal
• Proses
– Kombinasi berbagai aktifitas peman-tauan, audit, dan prakiraan
– Dilakukan secara kontinyu
– Diawali dengan prakiraan kelemahan (vulnerability assessment)
• Identifikasi kelemahan sistem yg memung-kinkan terjadinya penyelewengan sistem pengamanan
• Teknik pasif: memeriksa konfigurasi sistem, file password, dsb.
• Teknik aktif: mengevaluasi performance sistem pengamanan melalui simulasi serangan
• Tools: scanners
• Hasil prakiraan menunjukkan snapshot kondisi keamanan sistem pd suatu saat
• Tidak bisa mendeteksi serangan yg sedang berlangsung
• Bisa menunjukkan bahwa sebuah serangan mungkin terjadi
• Kadang-kadang bisa menunjukkan bahwa sebuah serangan telah terjadi
Keuntungan Sistem Deteksi Intrusi
• Memberikan perlindungan yg lebih luas dalam pengamanan sistem
• Membantu memahami apa yg terjadi di dalam sistem
• Dukungan teknis:
– Melacak aktivitas pemakai dari awal sampai akhir
– Mengenal dan melaporkan usaha-usaha modifikasi file
– Mengetahui kelemahan konfigurasi sistem
– Mengenali bahwa sistem telah atau potensial untuk diserang
• Memungkinkan operasional pengamanan sistem dilakukan oleh staf tanpa keahlian spesifik
• Membantu penyusunan kebijakan dan prosedur pengamanan sistem
Kelemahan Sistem Deteksi Intrusi
• Bukan solusi total untuk masalah keamanan sistem
• Tidak bisa mengkompensasi kelemahan:
– mekanisme identifikasi dan autentifikasi
– protokol jaringan
– integritas dan kualitas informasi dalam sistem yang dilindungi
• Masih memerlukan keterlibatan manusia
• Banyak berasumsi pada teknologi jaringan konvensional, belum bisa menangani teknologi baru (mis: fragmentasi paket pd jaringan ATM)

Sniffing (Penyadapan)
• Sniffing: penyadapan informasi
– Memanfaatkan metode broadcasting
– “Membengkokkan” aturan Ethernet
• Dilakukan dengan membuat NIC bekerja pada mode “promiscuous”
• Dimanfaatkan untuk:
– menyadap password, e-mail, dokumen rahasia, dan semua informasi yg tidak dienkripsi
– memetakan network
– mengambilalih mesin-mesin “trusted” sbg batu loncatan
• Contoh-contoh sniffer
– Sniffit, TCP Dump, Linsniffer
• Mencegah efek negatif sniffing
– Pendeteksian sniffer (local & remote)
– Penggunaan kriptografi (mis: ssh sbg pengganti telnet)
www.attrition.org/security/newbie/security/sniffer/p54-10.txt
Scanning (Pemindaian)
• Teknik untuk menemukan saluran komunikasi yg dpt dieksploitasi
• Prinsip: coba ke sebanyak mungkin target, catat target yg potensial untuk dipindai
• Teknik pemindaian
– Penyapuan ping (Ping sweeping)
• Mengirimkan ICMP echo dan TCP ACK ke tiap host
• Untuk mengetahui apakah sebuah host sedang hidup atau tidak
– TCP connect (port scanning)
• Menggunakan system call connect()
• Tidak perlu privilege khusus
• Mudah dilacak melalui mekanisme log
– TCP SYN (model “setengah-terbuka”)
• Tidak membangun koneksi TCP secara penuh
• Mengirim SYN, menerima SYN|ACK, lalu mengirim RST (bukan ACK spt pada koneksi penuh)
• Relatif tidak terlacak oleh mekanisme log
• Memerlukan privilege root
Deteksi Intrusi Jaringan
• Untuk mendeteksi usaha-usaha sniffing dan scanning
• Berdasarkan basis data pola-pola penyusupan
• Penempatan tool pendeteksi
– Di antara firewall dan jaringan eksternal ® mendeteksi serangan yg dapat ditangkal firewall maupun yg tidak
– Di dalam jaringan lokal ® hanya mendeteksi serangan yg tidak dapat ditangkal firewall
IP Spoofing
• IP spoofing: “membajak” identitas (alamat IP) sebuah host untuk membangun komunikasi dengan host lain
• Memanfaatkan:
– Autentikasi berbasis alamat IP (mis: rlogin)
– Kelemahan protokol IP
• connectionless (tidak menyimpan connect-ion state)
• mudah untuk memodifikasi stack IP
• Skenario:
– Menentukan host sasaran
– Menemukan “pola-pola kepercayaan” (pattern of trust) dr host yg dapat dipercaya (trusted host)
– “Melumpuhkan” host yg dpt dipercaya
– Membajak identitas host yg dpt dipercaya
– Mencoba membentuk koneksi yg memanfaatkan autentikasi berbasis alamat IP
IP Spoofing

1. Menemukan pola-pola kepercayaan antara TGT dan TPC
– Memanfaatkan tool-tool yg ada: showmount, rpcinfo, …
2. Melumpuhkan TPC
– Melalui SYN flooding (D.o.S dengan permintaan SYN) dengan alamat palsu yg tidak terlacak (alamat milik A)
3. Pencuplikan dan peramalan nomor sekuens (ns)
4. Serangan:
– P(TPC) ®SYN® TGT
– TPC ¬SYN|ACK¬ TGT
– P(TPC) ®ACK® TGT (dng ns yg cocok)
– P(TPC) ®PSH ® TGT
5. Memasang backdoor
6. Tindakan pencegahan
– Tidak menggunakan autentikasi berbasis alamat IP
– Penyaringan paket dan firewall
– Penggunaan kriptografi
– Randomisasi ISN (Initial Sequence Number)
Carnivore
• Packet sniffer milik FBI
• Komponen
– Carnivore: packet sniffer
– Packeteer: packet reassembler
– Coolminer: ekstrapolasi dan analisis data
• Cara kerja
– FBI punya alasan cukup mencurigai seseorang terlibat dlm aktivitas ilegal
– Pengadilan memberi ijin melakukan penyadapan komunikasi
 content-wiretap: seluruh isi komunikasi
 trap-and-trace: target/tujuan komunikasi
 pen-register: asal komunikasi
– FBI meminta copy file backup ttg. aktivitas orang yg dicurigai ke ISP. Jika data yg diminta tidak ada, maka FBI melaksanakan langkah #4 dst.
– FBI memasang komputer Carnivore di ISP
 Pentium III, Win NT/2000, 128 MB RAM
 Software komunikasi komersial
 Program C++ untuk packet sniffing
 Sistem perlindungan fisik thdp sistem Carnivore
 Piranti isolasi jaringan utk menjaga Carnivore dr usaha-usaha penyusupan dsb
 Jaz drive 2 GB untuk piranti penyimpanan
• Cara kerja (lanjutan)
– Sistem Carnivore di-set sesuai dng penyadapan yg diijinkan. Packet sniffing dilakukan tanpa mengganggu aliran data yg lain
– Paket target yg disadap disimpan di piranti penyimpan (Jaz drive)
– Setiap 1 atau 2 hari, FBI mengganti kaset Jaz drive dengan yg baru
– Proses penyadapan berlangsung maks 1 bulan. Jika diperlukan waktu lebih, hrs ada ijin baru dr pengadilan
– Data yg diperoleh diproses dng Packeteer dan Coolminer
• Isu-isu ttg Carnivore
– Privasi dalam berkomunikasi
– Pentingnya regulasi
– Kebebasan berkomunikasi
– Kontrol oleh pemerintah
Virus, Worm, dan Trojan Horse
• Virus
– Program yg menumpang program lain
– Menginfeksi dng cara bereproduksi dan menempel pd program lain
• Worm
– Program yg menyebar melalui jaringan dan memanfaatkan lubang-lubang keamanan sistem
– Dapat mereplikasi dirinya sendiri
• Trojan horse
– Program dng “hidden agenda”
• Efek yg ditimbulkan virus, worm, dan Trojan horse
– Dari gangguan pd tampilan s.d. kerusakan data/file/hard disk
– Beban trafik jaringan yg begitu besar
– Server-server macet krn. DoS
– Kerugian material $17.1 milyar pd tahun 2000
Virus dan Penyebarannya
• Pemicu munculnya virus:
– Popularitas PC dng arsitektur terbuka
– Bulletin boards yg menyediakan aneka program ® melahirkan Trojan horse
– Floppy disk sbg alat transportasi program
• Penyebaran virus
– Virus menempel pd program lain
– Bila program induk dieksekusi, virus akan dimuat ke memori dan menjadi aktif
– Virus mencari program induk yg lain, dan bila ada, ia akan menempelkan kode programnya ke program induk baru ® menyebar melalui program induk baru ini
– Virus dpt masuk ke boot sector, shg tiap kali komputer dihidupkan, ia akan dimuat ke memori dan menjadi aktif
• Virus e-mail
– Menyebar melalui pengiriman e-mail ® sbg attachment e-mail
– Aktivasi melalui pembukaan attachment ® mengeksekusi script virus yg ada dlm attachment (mis: script VBA)
– Melissa, ILOVEYOU, …
Worm
• Menyebar melalui Internet dan mengeksploitasi kelemahan sistem
• Penyebaran:
1. Masuk ke sistem yg tidak terlindung
2. Replikasi
3. Scan sistem-sistem lain yg tdk terjaga
• Ledakan kombinatorial dlm penyebarannya
1. CodeRed: 250 ribu replikasi dlm 9 jam
2. Populasi mesin di Internet yg amat besar
3. Ketidakpedulian thdp aspek keamanan
• Contoh: CodeRed
1. Vulnerability di fasilitas ISAPI pd IIS
2. Replikasi dirinya pd 20 hari pertama pd tiap bulan
3. Web defacing (mengganti tampilan halaman Web)
4. Serangan DDoS
Contoh Worm: Code Red
• Platform yg terpengaruh:
– Windows NT 4.0 dan Windows 2000
• Akibat serangan
– Eksekusi kode sesuai dng keinginan penyerang
• Eksploitasi
– Instalasi IIS akan memasang bbrp file DLL yg mrpk ekstensi ISAPI -- salah satunya adl file IDQ.DLL (indexing service)
– IDQ.DLL mengandung buffer utk menangani input URL. Buffer ini tidak mengalami error checking
– Penyerang yg telah memiliki web session dng IIS dpt melakukan serangan berupa buffer overflow thdp IDQ.DLL
– Buffer overflow dng pola ttt menye-babkan eksekusi kode ttt oleh server pd konteks sistem ® kendali penuh pd sistem
• Kemungkinan penggunaan
– Web defacing
– Eksekusi perintah OS
– Rekonfigurasi server
– Eksekusi program lain
Pencegahan Virus, Worm, dkk
• Anti virus
– Update data ttg virus signature secara teratur
– Aktifkan proteksi yg disediakan oleh software (mis: proteksi virus macro)
• Faktor manusia: kehati-hatian
– Menggunakan disket dr sumber asing
– Menerima e-mail dengan attachment
– Menerima dokumen dr sumber asing
– Sering-sering melihat situs keamanan, mengawasi munculnya virus-virus baru, dan menerapkan patch yg diberikan
• Gunakan sistem operasi dan software yg tidak banyak memiliki lubang kelemahan
– Linux vs Windows
– Apache vs IIS
Firewall
• Program/piranti utk mencegah potensi kerusakan masuk ke network
• Metode
– Penapisan (filtering) paket
• Alamat IP
• Nama domain
• Protokol
• Port
– Layanan proxy
• Bertindak “atas nama” host di dalam network
• Sering digabung dengan fasilitas cache
• Potensi kerusakan yg dpt ditangkal oleh firewall
– Login jarak-jauh
– Application backdoors
– Pembajakan sesi SMTP (utk mengirim e-mail spam)
– Denial of service
– Bom e-mail
• Perancangan firewall
– Mengikuti kebijakan pengamanan
– Keamanan vs kemudahan akses
– Dua pendekatan
• Segala sesuatu yg tidak secara eksplisit diijinkan berarti tidak diperbolehkan
• Segala sesuatu yg tidak secara eksplisit dilarang berarti diijinkan
• Level ancaman
– Pentingnya informasi ttg sebuah ancaman atau serangan
• Kasus terburuk: tidak ada info sama sekali
• Kasus terbaik: info lengkap, dan serangan dapat ditangkal
– “Zona-zona beresiko”
• Host/network yg beresiko menerima ancaman/serangan yg terkait dng fungsi perlindungan yg diberikan oleh firewall
• Minimisasi zona beresiko menjadi sebuah “titik/node” (sentralisasi)
Implementasi Firewall
• Firewall dengan screening router
– Screening router: router dengan fasilitas penapisan paket
– Zona-zona beresiko:
• Host-host di jaringan privat
• Semua layanan yg diijinkan oleh router
– Sulit utk mendeteksi usaha-usaha penyusupan
– “Segala sesuatu yg tdk scr eksplisit dilarang berarti diijinkan”
• Firewall dng “dual-homed gateway”
– Tanpa router, dng “bastion host” gateway, forwarding TCP/IP dinonaktifkan
– Koneksi dng application gateways (mis: telnet forwarder) atau login ke gateway
– “Segala sesuatu yg tdk scr eksplisit diijinkan berarti dilarang”
– Jika disusupi dan TCP/IP forwarding diaktifkan, maka zona beresiko mjd amat luas
• Firewall dng screened host gateways
– Screening router + bastion host
• Bastion host di sisi jaringan privat
• Router dikonfigurasi agar bastion host mjd satu-satunya host di jaringan privat yg dpt dicapai dari Internet
– Zona beresiko terbatas pd bastion host dan router
– Dlm kaitannya dng bastion host, mirip dng. model dual-homed gateway
• Firewall dng screened subnet
– Screening router + bastion host
– Zona beresiko: bastion host + router
– Koneksi melalui application gateway
– Relatif sulit disusupi krn melibatkan 3 jaringan
• Firewall hibrid
– Menggunakan berbagai kombinasi tool dan piranti untuk mengimplementa-sikan fungsi firewall





Mengamankan Sistem Informasi
DALAM mengoperasikan Sistem Informasi, faktor keamanan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Dengan demikian dapat dicegah ancaman terhadap sistem tersebut dan mendeteksi serta membetulkan apabila sistem mengalami kerusakan. Secara umum, ancaman terhadap Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu ancaman aktif dan ancaman pasif.
Ancaman aktif mencakup kecurangan dan kejahatan terhadap komputer, misalnya saja sabotase, pengaksesan oleh orang yang tidak berhak, penyalahgunaan kartu kredit dan sebagainya. Sedangkan ancaman pasif mencakup kegagalan sistem, kesalahan manusia dan bencana alam.
Untuk mengantisipasinya dapat dilakukan tindakan-tindakan yang berupa pengendalian terhadap Sistem Informasi dengan berbagai macam kontrol terhadap Sistem Informasi itu sendiri.
Kontrol tersebut meliputi :
1. Kontrol Administratif. Kontrol ini dimaksudkan untuk menjamin seluruh kerangka kontrol dilaksanakan sepenuhnya dalam organisasi berdasarkan prosedur-prosedur yang jelas. Termasuk didalamnya adalah proses pengembangan sistem, prosedur untuk back-up, pemulihan data dan manajemen pengarsipan data. Kontrol terhadap pengembangan dan pemeliharaan sistem, harus melibatkan Auditor Sistem Informasi dari mulai masa pengembangan hingga pemeliharaan sistem. Hal ini untuk memastikan bahwa sistem benar-benar terkendali, termasuk dalam hal otorisasi pemakai sistem.
2. Kontrol Operasi. Ini dilakukan agar sistem beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Yang termasuk didalamnya adalah: pembatasan akses terhadap pusat data, kontrol terhadap personel pengoperasi, kontrol terhadap peralatan, kontrol terhadap penyimpan arsip dan pengendalian terhadap virus.
3. Perlindungan Fisik. Dimaksudkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pusat data, faktor lingkungan yang menyangkut suhu, kebersihan, kelembaban udara, bahaya banjir, dan keamanan fisik ruangan. Ini perlu diperhatikan dengan benar. Peralatan-peralatan yang berhubungan dengan faktor-faktor tersebut perlu dipantau dengan baik.
4. Kontrol Perangkat Keras. Untuk mengantisipasi kegagalan sistem komputer, terkadang organisasi menerapkan sistem komputer yang berbasis fault-tolerant (toleran terhadap kegagalan). Sistem seperti ini tetap dapat berjalan sekalipun terdapat gangguan pada komponen-komponennya. Pada sistem ini, jika komponen dalam sistem mengalami kegagalan maka komponen cadangan atau kembarannya segera mengambil alih peran komponen yang rusak dan sistem dapat melanjutkan operasinya tanpa atau dengan sedikit interupsi.
5. Kontrol Akses terhadap sistem komputer. Kontrol ini membatasi akses terhadap sistem. Setiap pemakai sistem diberi otorisasi yang berbeda-beda. Setiap pemakai dilengkapi dengan nama pemakai dan password yang bersifat rahasia sehingga diharapkan hanya pemiliknyalah yang tahu passwordnya. Dengan teknologi yang semakin berkembang untuk dapat akses terhadap sistem komputer digunakan sifat-sifat biologis manusia yang bersifat unik, seperti sidik jari dan retina mata sebagai kunci untuk mengakses sistem.
6. Kontrol terhadap akses informasi. Pada kontrol ini difungsikan untuk mengatasi kemungkinan seseorang yang tidak berhak terhadap suatu informasi berhasil membaca informasi tersebut melalui jaringan. Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, alangkah lebih baik sekiranya informasi tersebut dikodekan dalam bentuk yang hanya bisa dibaca oleh yang berhak.
7. Kontrol terhadap bencana. Karena biasanya bencana sulit diprediksikan keberadaannya, dan dapat terjadi kapan saja serta dimana saja. Untuk mengatasinya, organisasi perlu memiliki rencana pemulihan terhadap bencana. Misalnya saja dengan membagi empat komponen dalam merencanakan pemulihan terhadap bencana yaitu rencana darurat, rencana cadangan, rencana pemulihan dan rencana pengujian.
8. Kontrol terhadap perlindungan terakhir. Dalam pengendalian Sistem Informasi, bila rencana pemulihan terhadap bencana sudah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah asuransi. Asuransi merupakan upaya untuk mengurangi kerugian sekiranya terjadi bencana. Itulah sebabnya, biasanya organisasi mengasuransikan gedung atau aset-aset tertentu dengan tujuan kalau bencana benar-benar terjadi. Klaim asuransi dapat digunakan untuk meringankan beban organisasi.
9. Kontrol aplikasi. Kontrol tersebut diwujudkan secara spesifik dalam suatu aplikasi Sistem Informasi. Wilayah yang dicakupnya meliputi :
- Kontrol masukan, digunakan untuk menjamin keakurasian data, kelengkapan masukan, dan validasi terhadap masukan.
- Kontrol pemrosesan, kesalahan dalam pemrosesan bisa saja terjadi sekalipun program dibuat dengan hati-hati agar bebas dari kesalahan. Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap kebenaran hasil pemrosesan kadang-kadang perlu dilakukan sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak sesuai bisa langsung diketahui.
- Kontrol keluaran. Dilakukan secara manual untuk memastikan bahwa hasil pemrosesan memang sesuai dengan yang diharapkan.
- Kontrol Basis Data, merupakan kontrol terhadap basis data antara lain dilakukan dengan cara menerapkan kebijakan backup dan recovery, penanganan transaksi melalui mekanisme rollback dan commit serta Otorisasi akses.
- Kontrol Telekomunikasi. Telekomunikasi merupakan komponen yang paling lemah dalam Sistem Informasi. Penyadapan informasi dapat dilakukan melalui sarana ini dengan cara menyergap gelombang radio dalam sistem tanpa kabel (wireless) atau dengan cara menyadap jalur fisik dalam jaringan. Untuk mengantisipasi keadaan seperti ini, kontrol terhadap telekomunikasi dapat dilakukan dengan cara mengenkripsi informasi sehingga penyadap tidak dapat membaca informasi yang sesungguhnya.
Cara cara lain untuk mengamankan sistem informasi dapat dilakukan dengan

Mengatur akses control
Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengamankan informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui mekanisme “authentication” dan “access control”. Implementasi dari mekanisme ini antara lain dengan menggunakan “password”.

Merubah Properties User
Klik tombol Properties untuk melihat properties dari user. Ada 2 Pilihan utama disamping 8 pilihan anggota group yaitu :
1. Standard User (Power User)
User dapat merubah beberapa file sistem, menginstall program yang tidak berpengaruh terhadap file sistem windows
2. Restricted User (User Groups)
User dapat menggunakan komputer dan menyimpan dokumen tetapi tidak dapat menginstall program dan merubah setting sistem windows.

Pengaturan User (lanjutan)
• Passwords dan .NET Passwords digunakan sebagai fasilitas untuk mengatur data password user yang dapat menggunakan komputer dan email.
• Advanced user management digunakan untuk mengatur group dan user pemakai komputer secara lebih detail.
Kriteria pembuatan password
• Jangan menggunakan nama login, nama pertama atau akhir beserta variasinya dan nama pasangan atau anak.
• Jangan menggunakan informasi lainnya yang mudah didapat tentang anda seperti No telp, Tgl Lahir.
• Gunakan password yang merupakan kombinasi antara huruf kapital dan huruf kecil dan angka.
• Gunakan special “32 karakter ALT”, diketikkan dengan menahan tombol Alt ketika mengetik angka antara 128 and 255 pada tombol angka dengan indikator Num Lock on.
• Gunakan Pasword yang mudah diketikkan, tanpa perlu melihat pada keyboard.
Menutup servis yang tidak digunakan
• Seringkali sistem (perangkat keras dan/atau perangkat lunak) diberikan dengan beberapa servis dijalankan sebagai default. contoh, pada sistem UNIX servis-servis berikut sering dipasang dari vendornya: finger, telnet, ftp, smtp, pop, echo, dan seterusnya.
• Servis tersebut tidak semuanyadibutuhkan. Untuk mengamankan sistem, servis yang tidak diperlukan di server (komputer) tersebut sebaiknya dimatikan.
Memasang Proteksi
• Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakan untuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet.
• contoh, di sistem UNIX ada paket program “tcpwrapper” yang dapat digunakan untuk membatasi akses kepada servis atau aplikasi tertentu. Misalnya, servis untuk “telnet” dapat dibatasi untuk untuk sistem yang memiliki nomor IP tertentu, atau memiliki domain tertentu.
• Sementara firewall dapat digunakan untuk melakukan filter secara umum.

Keamanan Sifo (DOS)

DOS (DENIAL OF SERVICE)

INFORMASI DAN KEAMANAN SISTEM INFRORMASI

Informasi saat ini menjadi sebuah komoditi yang sangat penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”. Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi pengguna informasi. Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi.
Terhubungnya LAN atau komputer ke Internet membuka potensi adanya lubang keamanan (security hole) yang tadinya bisa ditutupi dengan mekanisme keamanan secara fisik. Ini sesuai dengan pendapat bahwa kemudahan (kenyamanan) mengakses informasi berbanding terbalik dengan tingkat keamanan sistem informasi itu sendiri. Semakin tinggi tingkat keamanan, semakin sulit (tidak nyaman) untuk mengakses informasi.
Begitu pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi hanya boleh diakses oleh orang orang tertentu, sebab jatuhnya informasi ke tangan pihak lain(misalnya lawan bisnis) dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Untuk itu keamanan dari sistem informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima. Walau sering kali masalah ini kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi.
Kualitas sistem informasi diukur dari beberapa aspek berikut: kerahasiaan(confidentiality), integritas(integrity), dan ketersediaan(availability). Aspek availability berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang dapat menghambat bahkan meniadakan akses ke informasi. Contoh hambatan adalah serangan yang sering disebut dengan “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi¬tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.

B. PENGERTIAN DENIAL OF SERVICE(DOS) ATTACK

“Denial of Service (DoS) attack” merupakan sebuah usaha (dalam bentuk serangan) untuk melumpuhkan sistem yang dijadikan target sehingga sistem tersebut tidak dapat menyediakan servis-servisnya (denial of service) atau tingkat servis menurun dengan drastis. Cara untuk melumpuhkan dapat bermacam-macam dan akibatnyapun dapat beragam. Sistem yang diserang dapat menjadi “bengong” (hang, crash), tidak berfungsi atau turun kinerjanya (karena beban CPU tinggi).
Serangan ini berbeda dengan kejahatan pencurian data atau kejahatan memonitor inforamasi yang lalu lalang. Dalam serangan DoS tidak ada yang dicuri, tapi hal ini dapat mengakibatkan kerugian financial. Sebagai contoh apabila sistem yang diserang merupakan server yang menangani transaksi “commerce”, maka apabila server tersebut tidak berfungsi, transaksi tidak dapat dilangsungkan. Bayangkan apabila sebuah bank diserang oleh bank saingan dengan melumpuhkan outlet ATM (Anjungan Tunai Mandiri, Automatic Teller Machine) yang dimiliki oleh bank tersebut. Atau sebuah credit card merchant server yang diserang, sehingga tidak dapat menerima pembayaran melalui credit card.
Selain itu, serangan DoS sering digunakan sebagai bagian dari serangan lainnya. Misalnya, dalam serangan IPspoofing (seolah serangan datang dari tempat lain dengan nomor IP milik orang lain), seringkali DoS digunakan untuk membungkam server yang akan dispoof.

C. KLASIFIKASI SERANGAN DOS

Denial Of Service Attack adalah serangan yang paling sering digunakan daripada serangan yang lain, hal ini dikarenakan mudahnya untuk melakukannya, exploits-nya pun banyak ditemukan di internet. Siapapun bisa men-down kan sebuah website dengan hanya menggunakan simple command prompt. Tujuan utama serangan ini adalah membuat suatu sistem crash & karena overload sehingga tidak bisa diakses atau mematikan service.


Beberapa klasifikasi serangan DoS:
1. Land Attack
Land attack merupakan serangan kepada sistem dengan menggunakan program yang bernama “land”. Program land menyerang server yang dituju dengan mengirimkan packet palsu yang seolah-olah berasal dari server yang dituju. Dengan kata lain, source dan destination dari packet dibuat seakan-akan berasal dari server yang dituju. Akibatnya server yang diserang menjadi bingung.
2. Latierra
Program latierra merupakan “perbaikan” dari program land, dimana port yang digunakan berubah-ubah sehingga menyulitkan bagi pengamanan.
3. Ping Broadcast (Smurf)
Salah satu mekanisme serangan yang baru-baru ini mulai marak digunakan adalah menggunakan ping ke alamat broadcast, ini yang sering disebut dengan smurf. Seluruh komputer (device) yang berada di alamat broadcast tersebut akan menjawab. Jika sebuah sistem memiliki banyak komputer (device) dan ping broadcast ini dilakukan terus menerus, jaringan dapat dipenuhi oleh respon-respon dari device-device tersebut. Akibatnya jaringan menjadi lambat.
4. Ping of Death (PoD)
Ping-o-death sebetulnya adalah eksploitasi program ping dengan memberikan packet yang ukurannya besar ke sistem yang dituju. Beberapa sistem UNIX ternyata menjadi hang ketika diserang dengan cara ini. Program ping umum terdapat di berbagai operating system, meskipun umumnya program ping tersebut mengirimkan packet dengan ukuran kecil (tertentu) dan tidak memiliki fasilitas untuk mengubah besarnya packet. Salah satu implementasi program ping yang dapat digunakan untuk mengubah ukuran packet adalah program ping yang ada di sistem Windows 95.

Kamis, 01 Juli 2010

asp

Contoh dari asp
Gaji.asp

(body)
(form method="post" name="FormGaji" action="Proses.Asp" >
Nama :

Golongan:

(input type="radio" name="gol" value="1">
(% if instr(gol,"1") then response.write("checked")%> 1

(input type="radio" name="gol" value="2">
(% if instr(gol,"2") then response.write("checked")%> 2

(input type="radio" name="gol" value="3">
(% if instr(gol,"3") then response.write("checked")%> 3

Status :

(input type="radio" name="Stat" value="Menikah">
(% if instr(stat,"Menikah") then response.write("checked")%> Menikah

(input type="radio" name="Stat" value="Belum Menikah">
(% if instr(stat,"Belum Menikah") then response.write("checked")%> Belum Menikah

(input type="hidden" value="New" Name="input">
(input type="submit" value="Submit">
(/form>






Proses.asp

(head>
(title>Data Karyawan
(/head>
(body>
(form method="get" name="FormGaji" action="gaji.asp">


<%
Dim GajiBer, potongan, tunjangan
if request.querystring ("gol")="1" and ("Stat")="Menikah" then
potongan=500000
tunjangan=1000000
gaji=2000000
else if request.querystring("gol")="1" and ("Stat")="Belum Menikah" then
potongan=300000
tunjangan=500000
gaji=2000000
else if request.querystring("gol")="2" and ("Stat")="Menikah" then
potongan=1000000
tunjangan=1500000
gaji=4000000
else if request.querystring("gol")="2" and ("Stat")="Belum Menikah" then
potongan=700000
tunjangan=1200000
gaji=4000000
else if request.querystring("gol")="3" and ("Stat")="Menikah" then
potongan=1300000
tunjangan=2000000
gaji=6000000
else
potongan=1000000
tunjangan=1500000
gaji=6000000
end if
end if
end if
end if
end if
gajiber=gaji+tunjangan-potongan
%>

Nama : <% Request.Querystring ("nama")%>

Golongan: <% request.Querystring("Gol")%>

Status : <% request.QueryString("Stat")%>

<%
request.write<"Gaji Bersih = " & gajiber>
%>


Rabu, 30 Juni 2010

Analisa sistem 2

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM
Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kornpleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan wakti, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka periu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama, yaitu tahap perencanaan sistem. Siklus ini discbut dengan siklus hidup suatu sistem (systems life cycle). Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkali-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya.
Dari sekian banyak siklus pengembangan sistem menurut beberapa penulis sejak tahun 1970-an, diambil salah satu yang akan menjadi acuan kita mengenai pengembangan sistem ini, yaitu menurut John Burch, Gary Grudritski, Information Systems, Theory and Practice (New York: John Wiley & Sons) yang menuliskan tahapan pengembangan sistem sebagai berikut:
1. Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning).
2. Pengembangan sistem (system development)
a. Analisis sistem (system analysis)
b. Desain sistem secara umum (general system design)
c. Penilaian sistem (system evaluation)
d. Desain sistem terinci (detailed system design)
e. Implementasi sistem (system implementation)
3. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation)
Penielasan singkatnya:
1. Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning).,
Scbelum suatu sistem informasi dikembangkan, umumnya terlebih dahulu dimulai dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak (top management), maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak ini. Padahal dukungan dari manajemen puncak sangat penting artir.ya. Kebijakan sistem {systems policy) merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem. Perencanaan sistem (systems planning) merupakan pedoman untuk melakukan pengembangan sistem.
Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oieh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem yang lama mempunyai banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki (misalnya untuk meningkatkan efektifitas manajemen, meningkatkan produktivitas atau meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada langganan).
Partisipasi dan keterlibatan manajemen puncak masih diharapkan untuk keberhasilan sistem yang akan dikembangkan. Untuk itu manajemen puncak dilengkapi dengan suatu tim penasehat yang disebut dengan komite pengarah (steering commitee) yang umumnya dibentuk dari wakil-wakil pimpinan dari masing-masing departemen pemakai sistem seperti misalnya mnnajer-manajer departemen atau manajer-manajer divisi. Seringkali komite ini diketuai sendiri oleh direktur utama. Tugas komite ini adalah sebagai berikut:
1. Mengkaji, menyetujui atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem, proyek-proyek sistem serta pengadaan perangkat keras, perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya.
2. Mengkoordinasi pelaksanaan proyek sistem sesuai dengan rencananya.
3. Memonitor atau mengawasi kemajuan dari proyek sistem.
4. Menilai kinerja dari fungsi-fiingsi sistem yang telah dikembangkan.
5. Memberikan saran-sa-an dan petunjuk-petunjuk terhadap proyek sistem yang sedang dikembangkan, terutama yang berhubungan dengan pencapaian sasaran sistem, sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendaia yang dihadapi.
Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkjan sistem informasi, sebelum sistem ini sendiri dikembangkan, maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan cermat. Perencanaan sistem (systems planning) ini menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. Perencanaan sistem dapat terdiri dari perencanaan jangka pendek (short-range) dan perencanaan jangka panjang (long-range). Perencanaan jaftgka pendek meliputi periode 1 sampai 2 lahuii. Perencanaan jangka panjang melingkupi periode sampai dengan 5 tahun. Karena perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka perencanaan pengembangan sistem informasi untuk periode yang lebih dari 5 tahun sudah tidak tepat lagi.
Proses perencanaan sistem dikelompokkan menjadi 3 proses utama, vaitu :
1. Merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dilakukan oleh staf perencana sistem
2. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan yang dilakukan oieh komite
3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang dilakukan oleh ahalis sistem.
2. Pengembangan sistem (system development) a. Analisis sistem (system analysis)
Penelitian atas sistem yang telali ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui Desain sistem secara umum (general system design) ■■
Tujuan dari desain sistem secara umum udalah untuk memberikan gambaran
secara umum kepada user tentang sistem yang baru.
Penilaian sistem {system evaluation)
Hasil desain sistem secara umum tentunya hams menjadi pertimbangan
pihak manajemen apakah melanjutkan pengembangan sistem yang bam
berdasarkan gambaran desain sistem secara umum atau menolak rancangan
baru tersebut.
Desain sistem terinei (detailed system design)
Dengan memahami sistem yang ada dan persyaratan-persyaratan sistem bam,
selanjutnya adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem
bam. Jika sistem itu berbasfs komputer, rancangan haras menyertakan
spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan.
I mpiemen tisi sistem {system implementation)
Merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik
dan konseptuai yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.
3. Manajemen sistem dan op^rasi {system management and operation)
Pemeliharaan sistem {systems maintenance) dilaksanakan untuk 3 alasan : 1.
1.Memperbaiki kesalahan
Penggunaan sistem mengungkapkan kesalahan {bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem. Kesalahan-kesalahan ini dapat diperbaiki.
2. Menjaga kemutakhiran sistem
Dengan berlalunya waktu, terjadi perubahan-perubahan dalam lingkungan sistem yang mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau perangkat lunak. Contohnya, pemerintah mengubah rumus perhitungan pajak jaminan sosial.
3. Meningkotkan sistem
Saat sistem digunakan, akan ditemukan cara-cara membuat peningkatan sistem. Saran-saran ini diteraskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut.
Pada titik tertentu, modifikasi sistem akan menajdi sedemikian rupa, sehingga lebih baik memulai dari awal. Lalu, siklus hidup sistem akan terulang.
Pendekatan Pengembangan Sistem
Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu sebagai >erikut ini :
1. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan)
Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti
tahapan-tahapan di systems life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa
pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan di systems life cycle.
Akan tetapi sayangn>a, didalam praktek, hal ini tidaklah cukup, karena
.^pendekatan ini tidak memberikan pedoman iebih lanjut tentang bagaimana
[ (y irtelakukan tahapan-tahapan tersebut dengan rterinci karena pendekatan ini tidak
V^efibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yang memadai. Sedangkan
pendekatan terstruktur yang baru muncul sekitar awal tahun 1970-an padja
dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem tambahan alat-alat dap
teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari
systems life cycle.
Karena sifat dari sistem informasi sekarang menjadi lebih kompleks, pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan-pcmia.salahan yang dapal limhul di pendekatan klasik anlara lain adalah scbagdi berikut:
a. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data {dataflow diagram), kamus data {data dictionary), tabel keputusan {decision table), diagram IPO dan bagan terstruktur {structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan teknik-teknik tersebut.
b. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal Biaya pengembangan sistem yang termahal adalah terletak di tahap perawatannya. Mahalnya biaya perawatan di pendekatan klasik ini disebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan kurang terstruktur. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan teknik-teknik yang digunakan. Karena pendekatan klasik kurang didukung dengan alat-alat dan teknik-teknik, maka dokumentasi menjadi tidak lengkap dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas, sehingga pada waktu pemeliharaan sistem menjadi kesulitan.
c. Kemungkinan kesalahan sistem besar
Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk melakukan pengetesan sistem, sehingga kemungkinan kesalahan-kesalahan
sistem akan menjadi lebih besar. Berbeda dengan pendekatan terstruktur yang pengembangan sistemnya dilakukan dalam bentuk modul-modul yang terstruktur. Modul-modul ini akan lebih mudah dites secara terpisah dan kemudian pengetesan dapat dilakukan pada integrasi semua modul untuk meyakinkan bahwa interaksi antar modul telah berfungsi semestinya. Pengetesan sistem sebelum diterapkan merupakan hal yang kritis karena koreksi kesalahan sistem setelah diterapkan akan mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar! Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem yang tidak dites selama tahap pengembangannya merupakan sumber utama daii kesaiahan-kesalahan sistem.
d. Keberhasilan sistem kurang terjamin
Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem, bukan pada pemakai sistem, padahal sekarang sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya. Salah satu kontribusi utama pendekatan terstruktur adalah partisipasi dan dukungan dari pemakai sistem.
Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa analis sistem telah mengerti akan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem dengan jelas dan benar. Pengalaman telah menunjukkan bahwa di beberapa kasus, kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem tidaklah selalu jelas dan benar menurut analis sistem. Pendekatan klasik kurang melibatkan pemakai sistem dalam pengembangan sistem, maka kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem menjadi kurang sesuai dengan yang diinginkan dan sebagai akibatnya sistem yang diterapkan menjadi kurang berhasil.
e. Masalah dalam penerapan sistem
Karena kurangnya keterlibatan pemakai sistem dalam tahapan pengembangan sistem, maka pemakai sistem hanya akan mengenai sistem yang baru pada tahap diterapkan saja. Sebagai akibatnya pemakai sistem akan menjadi kaget dan tidak terbiasa dengui sistem baru yang tiba-tiba dikenalkan. Sebagai akibat lebih lanjut, pemakai sistem akan menjadi frustasi karena tidak dapat mengoperasikan sistem dengan baik.
2. Pendekatan sepotong iawan pendekatan sistem (dipandang dari sasaran yang akan dicapai)
Pendekatan sepotong {piecemeal approach) merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. Pada pendekatan ini, kegiatan atau aplikasi yang dipilih, dikembangkan tanpa mernperhatikan posisinya di sistem informasi atau tanpa memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi. Pendekatan in hanya memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja. Lain halnya dengan pendekatan sistem {systems approach) yang memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya menekankan pada sasaran dari sistem informasi itu saja. f '
3. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem)
Pendekatan bawah naik (bottom-up approach) dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan bawah-naik bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya.
Pendekatan atas-turun (top-down approach) sebaliknya dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefmisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.
4. Pendekatan sistem-menyeiuruh lawan pendekatan moduler (dipandang dari cara mengembangkannya)
Pendekatan sistem-menyeiuruh (total-system approach) merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. Pendekatan ini kurang mengena untuk sistem yang komplek, karena akan menjadi sulit untuk dikembangkan. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan moduler (modular approach) berusaha memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan dapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan, mudah dipahaaii
oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara. Pendekatan irii juga merupakan ci'ri-ciri dari pendekatan terstruktur. j
5. Pendekatan lompatan-jaub lawan pendekatan berkembang (dipandang dari teknelogi yang akan digunakan
Pendekatan lompatan-jatih (great loop approach) menerapkan penibahan mcnyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. perubahan ini banyak mengandung resiko, karena teknologi kornputer begitu cepat berkembang dan unfuk (ahuii-lulum niemluffing mulnli incnjmli timing. Pendekatan ini juga terlaiu mahal, karena memeruikan investasi seketika untuk scmua teknologi yang digunakan dan pendekatan ini juga sulit untuk dikembangkan, karena terlaiu komplek.
Pendekatan berkembang (evolutionary approach) menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu dan akan terus dikernbangkan untuk periode-periode berikutnya mengikuti kebutuhannya sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada. Pendekatan berkembang menyebabkan investasi tidak terlaiu mahal dan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang cepat, sehingga teknologi yang digunakan tidak cepat menjadi usang.
Metodologi Pengembangan Sistem
Metodologi adalah :
Kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dm postulat-postulat yaig digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin lainnya
Metode adalah :
Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Metodologi
pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh ;
- Penulis buku
- Peneliti
- Konsultan
- Systems house
- Pabrik software
Metodologi Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan 1. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional) Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsitern-subsistem yang Jebih kecil, sehingga akan lebih miidah untuk dipahami,
5. Fungsi Analis Sistem
Analis sistem (systems analyst) adalah orang yang rnenganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan
pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. Sebutan lain untuk analis sistem ini adaiah analis infonnasi (information analyst), analis bisnis (business analyst), perancang sistem (systems designer), konsultan sistem (systems consultant) dan ahli teknik sistem (systems engineer).
j j
Analis sistem berbeda dengan pemrogram. Pemrogram (programmer) adaiah orang yangmenulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem. Akan tetapi ada juga analis sistem yang melakukan tugas-tugas seperti pemrogram dan sebaliknya ada juga pemrogram yang meiakukan tugas-tugas yang uiiakukan oieh analis sisiem. Orang yang meiakukan tugas baik sebagai analis sistem maupun pemrogram disebut analis/pemrogram (analyst/programmer) atau pemrogram/analis (programmer/analyst). Tugas dan tanggungjawab analis sistem dan pemrogram adaiah berbeda dan dapat dilihat pada tabel berikut: . —
Pemrogram Analis sistem
1. tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer.
2. Pengetahuan pemrogram cukup terbatas pada teknoiogi komputer,
| sistem komputer, utilities dan ' bahasa-bahasa pemrograman yang diperlukan.
3. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program.
4. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut bubungan dengan banyak orang, terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) prograrnnya. 4. Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja, tetapi pada sistem secara keseiuruhan.
5. Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak hanya pada teknoiogi komputer, tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.
6. Pekerjaaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar.
7. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang, tidak terbatas pada sesama analis sistem, pemrogram, tetapi juga pemakai sistem dan manajer.
Pengetahuan dan Keahlian yang Diperlukan Analis Sistem
Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang iuas dan keahlian yang khusus. Beberapa analis sisteni setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut ini sangat diperlukan bagi seorang analis sistem yang baik :
1. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data, teknologi
komputer dam pemrograman komputer
a, Keahlian teknis yang harus diiniliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi serta keahlian dalam menggunakan komputei.
b. Pengetahuan teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras komputer, teknologi komunikasi data, bahasa-bahasa komputer, sistem operari, utilities dan paket-paket perangkat lunak lainnya.
2. Pengetahuan tentang bisnis secara umum
Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan, maka analis sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, sistem pengendalian manajemen, pem&saran, produksi, manajemen personalia, keuangan, tingkah laku organisasi, kebijaksanaan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya.
3. Pengetahuan tentang metode kuantitatif
Dalam foeuibangun mouei-model aplikasi, analis sistem banyak menggunakan metode-metode kuantitatif, seperti misateya pemrograman linier (linier programming), pemrograman dinamik (dynamic programming), regresi (regresion), network, pohon keputusan (decision tree), trend, simulasi dan lain sebagainya.
4. Keahlian peaiecahan masalah
Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahan-permasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis, memecah-mecah masalah tersebut ke dalam bagian-bagiannya, menganalisisnya dan kemudian harus dapat merangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat mengatasi permasaJahan-permasalahan tersebut.
5. Keahlian komunikasi antar personil
Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara, presentasi, rapat dan pembuatan iaporan-laporan.
6. Keahlian membina hnbungan antar personil
Manusia merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia satu "fctengan yang lainnya berbeda. Analis sistem yang kaku dalam membina hubungari kerja dengan personil-personil lainnya yang terilibat, akan membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. Apalagi bila analis sistem tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem, maka akan tidak mendapat dukungan dari pemakai sistem atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem akan mempersulitnya.

Selasa, 29 Juni 2010

Sistem Basis data

Defenisi Basis Data
Basis adalah markas / tempat berkumpul / tempat bersarang / gudang.
Data adalah representasi dari fakta dunia yang mewakili suatu obyek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Basis Data adalah:
• Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah
• Kumpulan data yang salng berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan
• Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu
Basis Data dan Lemari Arsip
 Basis data bisa dibayangkan sebagai lemari arsip dengan berbagai cara pengaturannya
 Basis data dan lemari arsip memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama; prinsipnya yakni pengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip.
Tujuan Pemanfaatan Basis Data
1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
Yakni agar pengguna basis data bisa:
- menyimpan data
- melakukan perubahan/manipulasi terhadap data
- menampilkan kembali data
dengan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik manual ataupun elektronis).
2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
Dengan basis data kita mampu melakukan penekanan jumlah redundansi (pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi antara kelompok data yang saling berhubungan.
3. Keakuratan (Accuracy)
4. Agar data bisa diakses oleh setiap pengguna yang membutuhkan, dengan penerapan teknologi jaringan serta melakukan pemindahan/penghapusan data yang sudah tidak digunakan / kadaluwarsa untuk menghemat ruang penyimpanan.
5. Kelengkapan (Completeness)
Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu, dengan melakukan penambahan baris-baris data ataupun melakukan perubahan struktur pada basis data; yakni dengan menambahkan field pada tabel atau menambah tabel baru.
6. Keamanan (Security)
Agar data yang bersifat rahasia atau proses yang vital tidak jatuh ke orang / pengguna yang tidak berhak, yakni dengan penggunaan account (username dan password) serta menerapkan pembedaan hak akses setiap pengguna terhadap data yang bisa dibaca atau proses yang bisa dilakukan.
7. Kebersamaan (Sharability)
Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai), dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).


Pengguna Basis Data
Secara umum, seluruh sistem dalam kehidupan bisa menggunakan konsep basis data dalam pengelolaan informasi, karena semua sistem tersebut tak bisa lepas dari fakta.
Bidang-bidang fungsional yang memanfaatkan basis data dalam hal efisiensi, akurasi dan kecepatan operasi antara lain adalah:
- Kepegawaian, untuk berbagai perusahaan yang memiliki banyak pegawai
- Pergudangan (inventory), untuk perusahaan manufaktur (pabrik),
grosir (reseller), apotik dll
- Akuntansi, untuk berbagai perusahaan
- Akuntansi, untuk berbagai perusahaan Layanan pelanggan (Customer care),
- untuk perusahaan yang berhubungan dengan banyak pelanggan (bank, konsultan dll)
Bentuk-bentuk perusahaan yang menggunakan basis data
- Perbankan, dalam melakukan pengelolaan data nasabah, tabungan, pinjaman, pembuatan laporan akuntansi, pelayanan informasi pada nasabah dll
- Pendidikan / sekolah, dalam melakukan pengelolaan data siswa, penjadwalan kegiatan, perkuliahan, nilai dll.
- - Rumah Sakit, dalam melakukan pengelolaan histori penyakit / pengobatan pasien, menangani pembayaran perawatan dll.
- Telekomunikasi, dalam melakukan pengelolaan data administrasi kabel / data pelanggan, menangani gangguan dll.
Konsep Sistem Basis Data
Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi/tugas tertentu) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses / pekerjaan tertentu.
Komponen Sistem Basis Data
• Hardware = Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media komunikasi untuk sistem jaringan.
• Operating System = Yakni merupakan perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan seluruh sumber daya dan melakukan operasi dasar dalam sistem komputer. Harus sesuai dengan DBMS yang digunakan.
• Database = Yakni basis data yang mewakili sistem tertentu untuk dikelola. Sebuah sistem basis data bisa terdiri dari lebih dari satu basis data.
• DBMS = (Database Management System). Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data. Contoh kelas sederhana: dBase, Foxbase, Rbase, MS. Access, MS. Foxpro, Borland Paradox. Contoh kelas kompleks: Borland-Interbase, MS. SQL Server, Oracle, Informix, Sybase.
• User = Orang-orang yang berinteraksi dengan sistem basis data, mulai dari yang merancang sampai yang menggunakan di tingkat akhir.
• Optional Software = Perangkat lunak pelengkap yang mendukung. Bersifat opsional.


Abstraksi Data
merupakan tingkatan/level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data. Terdapat 3 buah level:
• Level Fisik à Merupakan tingkatan abstraksi paling rendah dan menggambarkan bagaimana data sebenarnya disimpan.
• Level Logis à Merupakan tingkatan yang seingkat lebih tinggi dari tingkatan fisik dan menggambarkan data yang disimpan dalam basis data serta hubungan antar data.
• Level View à Merupakan tingkatan abstraksi paling tinggi dan hanya menggambrkan bagian tertentu suatu basis data.
Bahasa Basis Data
 Merupakan bahasa yang digunakan oleh user untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan.
 Misalnya SQL, dBase, QUEL dsb.
Bahasa Basis Data dipilah ke dalam 2 bentuk
1. Data Definition Language (DDL)
Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel dsb.
2. Data Manipulation Language (DML).
• Berguna untuk melakukan manipulasi dan pegambilan data pada suatu basis data. Berupa:
• penyisipan/penambahan data baru (insert)
• penghapusan data (delete)
• pengubahan data (update)
Jenis DBML
• Prosedural à mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.
• Nonprosedural à pemakai menentukan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.

Entity Relationship Diagram
 Sebuah teknik pemodelan data yang merepresentasikan gambar entitas dan relasi-relasi antar entitas di dalam sebuah sistem informasi
 Dibentuk oleh dua komponen utama:
- Entitas (Entity)
- Relasi (Relationship)
yang dideskripsikan lebih detail dengan sejumlah attribut (properti)
Entitas (Entity)
• Entity : merupakan obyek yang mewakili sesuatu dalam dunia nyata, baik secara fisik maupun secara konsep
contoh
fisik : mobil, rumah, manusia, pegawai dsb
konsep : department, pekerjaan, mata kuliah dsb
• Setiap entitas pasti memiliki attribut yang mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut
Notasi entitas:

Relasi
Relasi menyatakan hubungan antar entitas, termasuk terhadap entitas itu sendiri (rekursif)
Key Attribute
Adalah sebuah atau sekumpulan atribut yang membedakan data antara satu dengan lainnya (unik) dari seluruh data yang terdapat di dalam sebuah tabel.
Key Attribute dibagi menjadi 3:
a. Superkey: Merupakan satu atau gabungan attribut yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik
b. Candidate Key: Adalah SuperKey yang jumlah attributnya minimal (paling sedikit).
c. Primary Key: Adalah candidate key yang dipilih berdasarkan:
- Seringnya dijadikan acuan
- Lebih ringkas
- Lebih menjamin keunikan key

Senin, 28 Juni 2010

imk

Interaksi manusia dan komputer (bahasa Inggris: human–computer interaction, HCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dankomputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan.
Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam perancangan sebuah antarmuka adalah :
1. Metodologi dan proses yang digunakan dalam perancangan sebuah antarmuka.
2. Metode implementasi antarmuka.
3. Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka.
4. Pengembangan antarmuka baru.

Ergonomika atau (kurang tepat) ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktekkanteori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.
Ergonomi berasal dari dua kata bahasa Yunani: ergon dan nomos: ergon berarti kerja, dan nomos berarti aturan, kaidah, atau prinsip. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana (1979): ergonomi adalah ilmu atau kaidah yang mempelajari manusia sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nirfisik, keterbatasan manusia, dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien................( untuk menambah nilai perlu ditambahkan lagi )

Window, Icon, Menu, Pointer
desain grafis, linguistik, psikologi, ilmu filosofi, ilmu matematika, ilmu sosiologi




Sistem informasi adalah kumpulan antara sub‐sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input‐proses‐output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.



1. Teknik elektronika dan ilmu computer sama dengan memberikan perangkat kerja untuk dapat merancang system.
2. Psikologi sama dengan memahami sifat dan kebiasaan, persepsi dan pegolahan kognifit, keterampilan motorik pengguna.
3. Perancangan grafis dan tipografi sama dengan sebuah gambar dan bermakna sama dengan seribu kata. Gambar dapat digunakan sebagai sarana dialog cukup efektif antara manusia dan computer.
4. Ergonomic sama dengan berhubungan dengan aspek fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman. Missal : bentuk meja dan kursi, layar tampilan, bentuk keryboard, posisi duduk
5. Antropologi adalah ilmu yang membahas tentang lapisan masyarakat, laipisan kebudayaan dan system pemerintahan disuatu zaman serta pandangan tentang cara kerja kelompok yang masing2 anggotanya dapat memberikan kontribusi sesuai dengan bidangnya.
6. Linguistic adalah ilmu yang mempelajari tentang ketatabahasaan untuk melakukan dialog di perlukan sarana komunikasi yang memadai berupa suatu, bahasa khusus. Missal : bahasa grafis, bahasa alami,
7. Sosiologi adalah study tentang pengaruh system manusia dan computer dalam struktur social. Missal adanya phk karena adanya otamasisasi kantor.